Program IndonesiaBermutu · Tercatat di DJKI No. 001377344

SEBARKAN

Sekolah Berbasis Riset, Berkearifan Lokal, dan Berkelanjutan

"Sebarkan Riset, Pembelajaran Bermutu untuk Semua!"

Penggagas: Dr. Deni Hadiana  ·  Pengembang: IndonesiaBermutu   

Kelas yang ramai belum tentu kelas yang bermakna

Sekolah sering terlihat sibuk dan murid tampak menyelesaikan banyak aktivitas. Namun, kesibukan itu belum tentu menunjukkan murid benar-benar terlibat dalam belajar — memahami tujuannya, mengajukan pertanyaan bermakna, memeriksa bukti, dan menemukan cara belajar yang efektif bagi dirinya.

Di tengah ekosistem digital dan kecerdasan artifisial, murid perlu mampu merumuskan pertanyaan, menilai kualitas informasi, dan berpikir mandiri — bukan sekadar menemukan jawaban. Kearifan lokal juga perlu ditempatkan sebagai sumber pengetahuan yang diteliti dan didialogkan secara kritis, bukan sekadar dilestarikan secara simbolik.

"

Sekolah tidak cukup hanya sibuk menjalankan aktivitas dan ramai menyelenggarakan program. Sekolah perlu memastikan bahwa murid benar-benar belajar, guru terus memperbaiki pembelajaran, dan manajemen mengambil keputusan berdasarkan bukti.

Deni Hadiana

Apa Itu SEBARKAN?

Ikhtiar transformasi pendidikan dari jenjang TK/RA hingga SMA/MA yang menumbuhkan mental riset dan agensi murid, memperkuat guru sebagai perancang pengalaman belajar, serta mengembangkan manajemen sekolah berbasis bukti.

Bukan Mata Pelajaran Baru

Riset tidak menjadi kurikulum atau kegiatan tambahan. Riset ditempatkan sebagai cara warga sekolah belajar, mengajar, bekerja, dan mengambil keputusan sehari-hari.

Tiga Aktor Transformasi

Murid sebagai pembelajar beragensi, guru sebagai perancang pengalaman belajar, dan manajemen sekolah sebagai pengelola kebijakan berbasis data dan temuan.

Tujuan SEBARKAN

Transformasi Pembelajar

  • Mental Riset
  • Agensi Murid
  • Belajar Bermutu

Penguatan Literasi

  • Membaca
  • Matematika
  • Sains

Tata Kelola & Pengetahuan

  • Berbasis Bukti
  • Kearifan Lokal
  • Pengembangan

Masa Depan & Keberlanjutan

  • Digital dan AI
  • Perdamaian
  • Keberlanjutan

SIRI-B

Sadar, Ingin, Rajin, dan Inovatif Belajar — arah perkembangan murid dari sekadar menerima pengetahuan menuju pembelajar yang mengelola cara belajarnya sendiri.

S

Sadar Belajar

Memahami apa, mengapa, dan bagaimana proses belajarnya berlangsung.

I

Ingin Belajar

Memiliki rasa ingin tahu dan mengembangkan pertanyaan sendiri.

R

Rajin Belajar

Tekun mengumpulkan bukti, berlatih, dan memperbaiki kesalahan.

B

Inovatif Belajar

Menemukan dan mengembangkan cara belajar yang paling efektif bagi dirinya.

Jalan Pedagogis

EIR: Experiential, Inquiry, Research

Berbasis Pengalaman

Experiential

Belajar dimulai dari pengalaman, fenomena, dan kehidupan nyata murid.

Sadar Belajar
Berbasis Penyelidikan

Inquiry

Pengalaman diubah menjadi pertanyaan dan dugaan yang layak diselidiki.

Ingin Belajar
Berbasis Riset

Research

Murid mengumpulkan, menguji bukti, dan menggunakan temuan untuk perbaikan.

Rajin & Inovatif Belajar

EIR membawa murid dari mengalami realitas menuju mempertanyakannya, dari mempertanyakan menuju menyelidiki, dan dari penyelidikan menuju pemahaman serta perbaikan.

7M

  1. 1Mengasah Kepekaan
  2. 2Merumuskan Pertanyaan
  3. 3Mengumpulkan Bukti
  4. 4Menguji Bukti
  5. 5Merefleksi Temuan
  6. 6Mengantisipasi Kemungkinan
  7. 7Melakukan Perbaikan

Siklus ini berulang: setelah perbaikan dilakukan, warga sekolah kembali mengasah kepekaan terhadap keadaan yang baru.

3R

Research for Learning

Riset untuk memperkuat proses, strategi, dan hasil belajar.

Research for Research

Riset untuk menghasilkan pengetahuan, metode, dan inovasi baru.

Research for Empowering Society

Riset untuk memberdayakan keluarga, masyarakat, dan lingkungan.

OEIR

TK/RA

Observer

Peka, memperhatikan, bertanya, menceritakan pengalaman.

SD/MI 1–3

Early Explorer

Menjelajah, bertanya sederhana, mencatat temuan.

SD/MI 4–6

Advanced Explorer

Merancang penyelidikan sederhana, menggunakan bukti.

SMP/MTs

Investigator

Menyelidiki sistematis, menganalisis bukti.

SMA/MA

Researcher

Menghasilkan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Lintasan ini tidak kaku dan bukan pelabelan tetap — murid dapat menunjukkan tingkat perkembangan berbeda sesuai konteksnya.

Kearifan Lokal

Kearifan lokal bukan warisan yang sekadar dikenang, melainkan sumber pengetahuan yang diamati, diteliti, diuji, dan didialogkan secara kritis dengan sains dan teknologi.

🏞️Lingkungan alam
🧺Pangan lokal
🗣️Bahasa & tradisi
🏚️Teknologi masyarakat
🌿Praktik kesehatan
🎣Mata pencaharian
🤝Nilai kehidupan bersama
📖Pengetahuan antargenerasi
💬Cara menyelesaikan masalah

12 Isu Keberlanjutan

1Perdamaian & kohesi sosial
2Ketahanan pangan & kesehatan
3Air bersih
4Perubahan iklim & bencana
5Pelestarian lingkungan & hayati
6Energi berkelanjutan
7Pengelolaan sampah
8Ketahanan ekonomi keluarga
9Pelestarian bahasa & budaya
10Kesetaraan & inklusi sosial
11Literasi digital & etika AI
12Mutu pendidikan sepanjang hayat

IDEAL & ARAS

Alur Transformasi IDEAL

1

Initiation

Membangun kesadaran, kesepahaman, dan komitmen warga sekolah.

2

Discovery

Memetakan kondisi nyata, kebutuhan, dan potensi sekolah secara partisipatif.

3

Envisioning

Merumuskan visi, prioritas, indikator, dan peta jalan transformasi.

4

Action

Menerapkan EIR, SIRI-B, 7M, dan 3R secara bertahap dalam praktik.

5

Lifelong Research & Learning

Menjadikan riset dan perbaikan sebagai budaya serta sistem sekolah.

Siklus Evaluasi ARAS

Analisis

Memahami kondisi dan bukti.

Refleksi

Menemukan makna dan pelajaran.

Antisipasi

Membaca risiko dan peluang.

Strategi Perbaikan

Merancang tindakan perbaikan.

Ruang Penerapan

  • TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA
  • Sekolah & madrasah negeri maupun swasta
  • Pesantren & satuan pendidikan keagamaan
  • PKBM & Sanggar Kegiatan Belajar
  • Lembaga kursus & pelatihan
  • Komunitas literasi, budaya & lingkungan

Keunikan SEBARKAN

  • Menumbuhkan mental riset, bukan hanya keterampilan meneliti
  • Mentransformasi murid, pendidik, pendamping, dan pengelola secara terpadu
  • Mengembangkan lintasan OEIR sesuai perkembangan pembelajar
  • Menjadikan kearifan lokal sebagai sumber pengetahuan
  • Menghubungkan penguatan kapasitas dengan penerapan, evaluasi, dan pelembagaan
  • Menilai keberhasilan berdasarkan perubahan dan bukti, bukan banyaknya kegiatan

Sebarkan Riset, Pembelajaran Bermutu untuk Semua!

Tertarik menerapkan SEBARKAN di sekolah, madrasah, pesantren, atau komunitas belajar Anda? Diskusikan kebutuhan dan tahap penerapannya bersama tim IndonesiaBermutu.